Kamis, 17 November 2016

makalah lingkungan pemasaran

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Lingkungan merupakan hal yang berkaitan erat dengan suatu aktivitas individu atau kelompok, karena lingkungan berada dekat dengan aktivitas dan bila terjadi terjadi suatu hal dengan keadaan lingkungan, maka akan berpengarug terhadap hasil aktivitas yang dilakukan. Begitu juga dengan aktivitas pemasaran( marketing ), beberapa hal yang berkaitan dengan aktivitas ini bila terjadi sesuatu dengan lingkungannya maka akan mempengaruhi hasil pemasaran yang dilakukan.
Namun banyak dikalangan pemasar yang kurang memahami hal ini, entah dari segi konsep atau faktor yang mempengaruhinya. Sering kita dengar usaha yang dijalankan tidak berkembang atau bahkan gulung tikar karena tidak mampu membaca lingkungan pemasaran, hal ini dapat disebabkan salah satunya oleh lingkungan pemasaran yang kurang dikuasai. Akan tetapi, banyak juga usaha yang akhirnya sukses karena penggerak usaha tersebut dapat memaksimalkan peluang dari lingkungan pemasaran yang dapat memajukan usahanya dengan maksimal. Lingkungan pemasaran memiliki scope yang luas, karena hal ini berkaitan dengan setiap keadaan yang terjadi dimanapun. Apa yang terjadi di suatu tempat atau keadaan pemasaran, maka lingkungan itu akan mempengaruhi hasil sebuah pemasaran.
Berangkat dari hal ini, dalam pemaparan makalah ini akan disajikan pembahasan mendalam mengenai apa itu lingkungan pemasaran, faktor apa saja yang mempengaruhi, apa manfaat mempelajarinya dan hal apa yang dapat dijelaskan dari lingkungan pemasaran.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan sedikit penjelasan dari latar belakang di atas, dapat diklasifikasikan rumusan masalah sebagai langkah awal menjelaskan tentang lingkungan pemasaran, yaitu :
1.      Apa yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran ?
2.      Bagaimana analisis tentang konsep lingkungan pemasaran ?
3.      Bagaimana mengoptimalkan peluang dalam lingkungan pemasaran ?















BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pengertian Lingkungan Pemasaran
Lingkungan menjadi unsur penting dalam sebuah proses pemasaran, karena lingkungan juga menjadi faktor berpengaruh untuk memaksimalkan suatu aktivitas. Keadaan suatu lingkungan juga menjadi tolak ukur dan pembanding dengan suatu keadaan lain untuk disesuaikan dengan keadaan yang diharapkan, sehingga potensi yang ada dapat diserap dan dimaksimalkan untuk mencapai tujuan tertentu.
Lingkungan adalah keadaan sekitar yang memiliki karakteristik, keunikan, perbedaan, potensi, ancaman dan fungsi yang bermacam-macam dimana keadaan ini memberikan timbal balik sesuai dengan apa yang terjadi, baik secara langsung dan tidak langsung.
Selanjutnya adalah pemasaran. Pada hakikatnya, pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran. Dalam studi pemasaran, konsep yang penting adalah kebutuhan, keinginan, permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar. Pengertian pemasaran sangat banyak, dapat disebutkan diantaranya :
a.      Pemasaran menurut WY. Stanton
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem dengan tujuan untuk menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa menuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
b.      Pemasaran menurut Philip dan Duncan
Pemasaran adalah sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk menempatkan barang yang bersifat nyata ke tangan konsumen.
c.       Pemasaran menurut H. Nystrom
Pemasaran adalah suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke konsumen
d.      Pemasaran menurut Kotler
Pemasaran yaitu suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain
Berdasarkan beberapa pengertian di atas, pada intinya pemasaran adalah perpaduan dari aktivitas yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen melalui penciptaan, penawaran dan pertukaran produk barang atau jasa yang bernilai serta mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen dapat terpenuhi dengan baik pada keuntungan tertentu.
Lingkungan dan pemasaran merupakan hal yang berkaitan antara satu dengan lainnya, keduanya terintegrasi melalui tujuan yang ditetapkan oleh suatu individu atau kelompok. Sedangkan lingkungan pemasaran itu sendiri adalah pelaku-pelaku dan kekuatan-kekuatan diluar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan suatu usaha ( perusahaan ) dalam mencapai tujuannya, yaitu mengembangkan dan menjaga pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran Macam kekuatan ini dibagi menjadi dua, yaitu kekuatan intern ( dapat dikendalikan perusahaan ) dan kekuatan ekstern ( tidak dapat dikendalikan oleh perusahaan ).
Lingkungan pemasaran dari suatu produk terdiri atas empat lapisan, yaitu :
·         Lingkungan Pasar
Merupakan tempat yang menjadi transaksi keseluruhan antara penjual dan pembeli.
·         Lingkungan Organisasi
Merupakan lingkungan yang terdekat dari suatu produk, seperti departemen, kantor, divisi dan saluran-saluran perusahaan.
·         Lingkungan Makro
Merupakan tempat yang terdiri dari kekuatan-kekuatan dan lembaga-lembaga yang mempunyai hubungan dan mempengaruhi transakasi antara perusahaan dan pasarnya. Ada beberapa komponen yang ada dalam lingkungan ini, yaitu perekonomian, teknologi, kebijakan pemerintah dan kebudayaan.
·         Lingkungan Ekstra
Merupakan lingkungan yang sulit diperhitungkan oleh perusahaan.























B.     Analisis Lingkungan Pemasaran
Lingkungan pemasaran selalu menimbulkan hasil yang berubah setiap waktu, maka diperlukan langkah untuk menanalisis bagaimana keadaan yang ada, sehingga mampu menghadapi ancaman dan memaksimalkan potensi. Untuk memahami lingkungan pemasaran, dapat kita lihat pada gambar berikut ini :



Demografi / Kependudukan

Pesaing

Teknologi


Fisik  /
Alam

Sosial dan   Budaya

Perekonomian

Politik /
Hukum


Pemasok – Perusahaan – Perantara – Pelanggan

Publik                     ( Masyarakat )
 













Gambar 1.1 Pelaku dan Kekuatan Utama dalam Lingkungan Pemasaran

Keterangan :
=  Makro
=  Mikro
B.1. Lingkungan Makro
Bagian ini terdiri dari enam kekuatan yang mempengaruhi pemasaran, seperti yang ada pada gambar 1.1 di atas, yaitu :
Ø  Demografi atau Kependudukan
Unsur ini meliputi distribusi penduduk ( lokasi tempat tinggal ), usia, jenis kelamin, suku, ras, agama, kebangsaan dan pendidikan. Populasi ini memiliki penggolongan seperti kepadatan penduduk suatu tempat, pertumbuhan penduduk yang cepat, kelahiran dan kematian penduduk, keselarasan gender, kondisi budaya sekitar, religiusitas, pemerataan pendidikan, dll. Kekuatan yang ada dalam demografi ini biasanya terjadi pada jangka pendek dan menengah, namun ada kalanya bisa jangka panjang.
Ø  Teknologi
Merupakan salah satu faktor yang merubah gaya hidup manusia, dimana kemudahan dapat ditemukan dengan teknologi yang maju. Dalam pemasaran teknologi memperpendek daur hidup suatu produk, artinya dalam waktu sekejap produk yang saat ini sedang menjadi tren atau kebutuhan dapat dengan segera tergantikan dengan produk sejenis yang memiliki teknologi lebih maju. Contoh sederhananya produk : Kaset pita – CD Player – MP3 Player. Perubahan teknologi saat ini lebih menjadi sesuatu diluar jangkauan pemasaran yang dilakukan.
Ø  Sosial dan Budaya
Pada lingkup sosial, meliputi gaya hidup dan nilai-nilai sosial seseorang, seperti konsumtif dan motivasi pembelian, dll. Lalu pada lingkup budaya, faktor ini sangat dipengaruhi oleh keyakinan, moral, adat istiadat dan perilaku masyarakat lainnya, yang mempengaruhi kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan. Lingkungan kebudayaan bersifat meneruskan kebiasaan masa lalu yang cenderung dilakukan pada masa mendatang. Maka perilaku budaya memiliki pengaruh luas terhadap perilaku belanja konsumen.
Ø  Politik / Hukum
Peraturan dari pemerintah juga mempengaruhi perkembangan dunia usaha. Pembuatannya sebagian besar dibuat berdasarkan aspek-aspek hukum dan kebijakan umum yang gunanya menghilangkan tindakan monopoli dan melindungi konsumen. Keadaan politik demikian, dalam hal ini juga akan mempengaruhi perkembangan usaha. Misal harga BBM naik, beberapa industri mengambil keputusan-keputusan untuk pemasaran produknya.
Ø  Perekonomian
Jumlah income dari individu atau kelompok akan berpengaruh pada pemasaran. Pertumbuhan atau pengurangan pendapatan akan mengakibatkan pergeseran pada permintaan barang atau jasa yang berbeda-beda. Selain itu, dipengaruhi pula inflasi dan tingkat suku bunga. Perusahaan yang produknya sensitif dengan pendapatan dan harga, harus dapat mengambil langkah-langkah untuk membuat produk mereka agar dapat bertahan dalam gejolak perekonomian.
Ø  Fisik / Alam
Adalah aktivitas yang mempengaruhi pemasaran dimana keadaan ini adalah faktor makro yang paling besar kekuatannya. Alam adalah faktor yang memiliki karakteristik yang tidak terduga. Contohnya bencana alam seperti banjir, gunung meletus, gempa bumi, tsunami, badai, dll. Unsur ini masuk dalam risiko yang jika terjadi pasti akan menimbulkan kerugian namun terjadinya tanpa disengaja. Kejadian yang meliputi alam ini bisa menjadi penghambat proses pemasaran, karena memiliki kekuatan yang di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya. Adapun upaya mengurangi masalah pada salah satu unsur lingkungan pemasaran makro ini, dengan cara-cara tertentu seperti melakukan antisipasi, namun kekuatannya tidak bisa menghentikan kekuatan utama dari alam.



B.2. Lingkungan Mikro
Dalam lingkungan ini terdapat beberapa pihak terkait, yakni :
Ø  Pemasok
Adalah perusahaan bisnis dan individu-individu yang menyediakan sumber daya yang diperlukan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang atau jasa. Bila sebuah perusahaan tidak bisa menyediakan bahan baku sendiri, biasanya perusahaan menjalin kerja sama dengan pemasok. Biasanya awalnya jangka pendek, namun bisa juga untuk jangka waktu yang lama. Kaitannya dengan waktu perjanjian kerja sama, biasanya mengenai integritas. Jika pemasok menyediakan bahan baku dengan lancar, terjangkau namun tetap saling menguntungkan, berkualitas dan terjamin, maka ini akan menjadi kerja sama yang baik. Dalam keadaan ini kendali masih bisa dipegang oleh perusahaan, namun jika terjadi wanprestasi yang sangat tidak tertoleransi dari pemasok, maka keadaan ini menjadi ekstern bagi perusahaan karena perusahaan tidak bisa mengendalikan hal tersebut. Opsi yang dipilih biasanya pemutusan hubungan kerja dan menggati mitra sebagai pemasok.
Secara sederhana sistem tersebut terdiri dari INPUT, PROSES dan OUTPUT ( hasil ). Jika OUTPUT adalah sebuah produk, maka kualitas dan mutunya tergantung INPUT dan PROSES. Pemasok adalah INPUT, maka mutu produk akhir juga dipengaruhi oleh pasokan ( INPUT ) yang dipasok oleh pemasok. Dengan demikian kemampuan perusahaan dalam melayani pelanggan khususnya dalam produk juga dipengaruhi oleh pemasok, sehingga pemasok termasuk dalam lingkungan pemasaran.
Ø  Perusahaan
Yang dimaksud di sini adalah seperti bagian dari internal perusahaan seperti bagian pemasaran, bagian keuangan, bagian operasional, R & D, SDM, dll. Cakupan kegiatan yang dapat diterangkan adalah seperti penciptaan jenis produk, penentuan harga, promosi, sewa tempat, adapun hal lain seperti arus keuangan, penelititan, dll. Namun perlu digarisbawahi agar tidak salah dalam memahami unsur ini, lingkungan yang dimaksud adalah moral dari pelaku yang ada dalam internal perusahaan di atas. Sistem adalah sesuatu yang diciptakan perusahaan, namun moral atau watak yang yang menjalankan sistem tersebut lah yang sering menjadi hambatan. Misalkan : seorang karyawan tidak menjalankan tugas sesuai dengan kewajibannya, atau mengabaikan perintah dari perusahaan. Hal inilah yang setidaknya bisa diminimalisir oleh perusahaan, misal dengan memberikan bimbingan, dll.
Ø  Perantara Pemasaran
Dalam memasarkan produk sampai ke pembeli tingkat akhir, peran perantara biasanya ada di dalamnya. Perantara pemasaran biasanya ikut mempromosikan, ikut menjual dan mendistribusikan produk suatu perusahaan pada para pembeli. Faktor berpengaruh seperti pelayanan di toko perantara tersebut menjadi satu dari sekian kendala yang ada dalam lingkungan pemasaran, karena pelayanan juga berperan penting dalam pemasaran. Selain pengecer seperti toko yang disebutkan di atas, perantara diisi pula oleh grosir, agen, distributor, dll. Semua perantara yang terlibat dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan, biasanya perusahaan mendistribusikan produknya sendiri. Namun terkadang sangat sulit, ada beberapa syarat yang harus terpenuhi seperti yang ada dalam manajemen distribusi. Secara khusus dengan adanya perantara maka akan menciptakan kemudahan tempat, kemudahan jumlah dan kemudahan kepemilikan. Dengan adanya perantara maka tugas pemasaran lebih efisien.
Ø  Pelanggan
Pelanggan merupakan lingkungan mikro bagi perusahaan sehingga perlu dipelajari, supaya perusahaan paham dengan kebutuhan pelanggan. Sebab pada prinsipnya keberhasilan perusahaan juga tergantung pada pelanggan yang merasa puasa jika barang yang diinginkan oleh pelanggan dapat dipenuhi perusahaan. Ada lima kategori pelanggan yang yang memiliki karakteristik berbeda-beda :
ü  Pasar konsumen, yaitu individu dan rumah tangga yang membeli produk untuk memenuhi kebutuhan personal
ü  Pasar bisnis, yaitu organisasi komersial atau nirlaba yang membeli produk sebagai input, modal atau pelengkap untuk proses produksi dan kegiatan operasional lainnya
ü  Pasar pedagang, yaitu semua pihak yang membeli produk untuk dijual kembali dengan motif memperoleh keuntungan
ü  Pasar pemerintah, adalah agen-agen atau kantor-kantor pemerintahan yang memberi produk untuk mendukung pelayanan publik mereka atau untuk ditransfer kepada pihak lain yang membutuhkan
ü  Pasar internasional, yaitu pembeli dari negara lain, yang bisa berupa individu, rumah tangga, kalangan pebisnis maupun pemerintah.
Ø  Publik ( Masyarakat )
Adalah semua pihak yang peduli dengan perusahaan dan pendapatannya dapat mempengaruhi pencapaian sasaran perusahaan. Publik terdiri dari kalangan keuangan, kalangan media, pemerintah, LSM ( misal Yayasan Lembaga Keuangan Indonesia ), masyarakat umum, masyarakat lokal serta publik internal ( karyawan, manajer, komisaris ). Publik mempengaruhi perusahaan ini melalui opini. Maka untuk mengelola opini publik, perusahaan biasanya memiliki bagian hubungan masyarakat atau public relation. Tugasnya untuk mengembangkan opini positif perusahaan di muka umum dan menangkal opini negatif tentang perusahaan yang berkembang di masyarakat.
Ø  Pesaing
Suatu perusahaan jarang sekali hanya berdiri sendiri dalam sebuah kegiatan usaha, biasanya ada kompetitor atau pesaing yang berjalan bersama. Pesaing ini harus diidentifikasi, dimoniror dan disiasati untuk memperoleh dan mempertahankan loyalitas pelanggan. Pesaing adalah perusahaan yang memperebutkan pasar yang sama atau yang produknya dapat saling menggantikan. Strategi juga dapat menjadi cara untuk melawan pesaing, namun tidak ada strategi yang unggul, melainkan setiap perusahaan harus mengenali potensi dan posisinya dalam dunia industri.

C.    Mengoptimalkan Peluang Lingkungan Pemasaran
Untuk mengoptimalkan peluang pemasaran, perusahaan memerlukan berbagai cara agar tujuan tersebut terealisasi, satu di antaranya adalah informasi. Informasi di sini menyangkut potensi dan ancaman yang dapat dikelola oleh perusahaan. Contoh informasi adalah data pesaing, koreksi internal perusahaan dan kekuatan lain di pasar. Semakin banyak pemasar yang memaksimalkan informasi dan bukan hanya menganggap itu sekadar masukan, maka hal itu menjadi bagian dari aset strategi penting dan alat pemasaran.
Sistem informasi dalam pemasaran atau SIP, terdiri dari orang, peralatan dan prosedur untuk mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi yang diperlukan secara tepat waktu dan akurat kepada pembuat keputusan pemasaran. Sistem informasi yang dirancang dengan baik berawal dari penggunanya dan berakhir untuk penggunanya. Informasi yang lengkap dan akurat dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan, di antaranya seperti menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk atau jasa yang dapat dijual, menentukan perubahan dalam perilakukonsumen, meningkatkan teknik-teknik pemasaran, merencanakan sasaran yang realistik dan meramalkan untuk masa yang akan datang.Tahapnya dapat dilihat seperti berikut :
1.      SIP menilai kebutuhan informasi
Tugas SIP adalah melayani manajer pemasaran perusahaan dan manajer lainnya, tetapi juga memberikan informasi untuk mitra eksternal. Tugas ini bisa meliputi negosiasi pada mitra kerja, partisipasi konsumen ( untuk eksternal ) dan mempelajari keadaan sekitar, peluang pasar ( untuk internal



2.      SIP mengembangkan informasi
Pengembangannya dari database internal, kegiatan intelijen pemasaran dan riset pemasaran. Database internal memberikan informasi tentang operasi dan departemen perusahaan itu sendiri. Data semacam itu dapat diperoleh dengan cepat dan murah tetapi sering kali harus disesuaikan dengan keputusan pemasaran. Aktivitas intelijen pemasaran menyediakan informasi setiap hari tentangp erkembangan di lingkungan pemasaran eksternal. Riset pasar terdiri dari kumpulan informasi yang relevan dengan masalah pemasaran tertentu yang dihadapi oleh perusahaan
3.      SIP mendistribusikan informasi
Penyebaran informasi yang dikumpulkan dari sumber-sumber ini untuk manajer yang tepat dalam bentuk yang tepat dan padas aat yang tepat.
Cara lain untuk mengoptimalkan peluang di lingkungan pemasaran dapat menggunakan cara-cara yang lazim digunakan perusahaan, di antaranya dengan :
·         Papan saran
·         Kelompok pengguna
·         Survei informal
·         Penggunaan kotak saran
·         Survei sampel
·         Fokus pada kelompok tertentu
·         Analisis keluhan
·         Daftar keinginan pelanggan
·         Analisis industri
·         Wakil penjualan
·         Catatan periklanan
·         Selidiki yang keluar

Sebenarnya dapat dilakukan secara sederhana, bisa dimulai dengan menganalisa hal-hal yang menjadi hambatan pemasaran perusahaan. Apabila sudah diidentifikasi, maka akan muncul alternatif atau opsi selanjutnya sebagai keputusan dalam pemasaran. Namun, akan sangat baik hasilnya jika alternatif dari hasil koreksi pada hambatan tersebut digabungkan dengan beberapa langkah dalam SIP tersebut karena keduanya bisa saling melengkapi.

















BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
            Dari pembahasan di atas dapat diambil inti sari lingkungan pemasaran yaitu inisiatif keadaan dan berbagai kemampuan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan suatu usaha dalam mencapai tujuannya, yaitu mengembangkan dan menjaga pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran.
Lingkungan pemasaran sangat berkaitan dengan hasil yang akan dicapai, sehingga analisa dan strategi sangat diperlukan untuk memasarkan produk perusahaan agar optimal, meskipun, tidak semua faktor yang ada dalam lingkungan pemasaran itu dapat dimanajemen secara keseluruhan. Tentang batasan-batasan dalam lingkungan pemasaran, hal tersebut harus diolah, dan dari hasil olah data tersebut perusahaan akan mendapatkan informasi mengenai lingkungan sekitar untuk memaksimalkan potensi sekitar dimana kita akan memasarkan barang produksi. Mengenai aspek halal dan haram dalam perspektif syari’ah, perusahaan perlu melakukan evaluasi olah data perusahaan agar tidak berbenturan dengan syari’ah tersebut. Tujuannya supaya antara usaha dan norma yang berlaku dapat berjalan bersama.






DAFTAR PUSTAKA
·         Laksana, Fajar, 2008, MANAJEMEN PEMASARAN : Pendekatan Praktis, Yogyakarta : Graha Ilmu
·         Sunyoto, Danang, 2012, DASAR-DASAR MANAJEMEN PEMASARAN : Konsep, Strategi dan Kasus, Yogyakarta : CAPS
·         Simamora, Bilson, 2001, MEMENANGKAN PASAR : Dengan Pemasaran Efektif dan Profitable, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
·         Sumawihardja, Surachman, Suwandi Suparlan dan Sucherly, 1985, INTISARI MANAJEMEN PEMASARAN, Bandung : Remadja Karya CV
·         Oentoro, Deliyanti, 2012, MANAJEMEN PEMASARAN MODERN,   Yogyakarta : LaksBang PRESSindo
·         Kotler, Philip, 1993, MANAJEMEN PEMASARAN : Analisis, Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Jakarta : Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
·         Marketing Bank Syari’ah : Cara Jitu Meningkatkan Pertumbuhan Bank Syari’ah,           ( Bogor : Ghalia Indonesia, 2010 )

Tidak ada komentar:

Posting Komentar