BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Lingkungan merupakan
hal yang berkaitan erat dengan suatu aktivitas individu atau kelompok, karena lingkungan
berada dekat dengan aktivitas dan bila terjadi terjadi suatu hal dengan keadaan
lingkungan, maka akan berpengarug terhadap hasil aktivitas yang dilakukan.
Begitu juga dengan aktivitas pemasaran(
marketing ), beberapa hal yang berkaitan dengan aktivitas ini bila terjadi
sesuatu dengan lingkungannya maka akan mempengaruhi hasil pemasaran yang
dilakukan.
Namun banyak dikalangan
pemasar yang kurang memahami hal ini, entah dari segi konsep atau faktor yang
mempengaruhinya. Sering kita dengar usaha yang dijalankan tidak berkembang atau
bahkan gulung tikar karena tidak mampu membaca lingkungan pemasaran, hal ini
dapat disebabkan salah satunya oleh lingkungan pemasaran yang kurang dikuasai.
Akan tetapi, banyak juga usaha yang akhirnya sukses karena penggerak usaha
tersebut dapat memaksimalkan peluang dari lingkungan pemasaran yang dapat
memajukan usahanya dengan maksimal. Lingkungan pemasaran memiliki scope yang luas, karena hal ini
berkaitan dengan setiap keadaan yang terjadi dimanapun. Apa yang terjadi di
suatu tempat atau keadaan pemasaran, maka lingkungan itu akan mempengaruhi
hasil sebuah pemasaran.
Berangkat dari hal ini,
dalam pemaparan makalah ini akan disajikan pembahasan mendalam mengenai apa itu
lingkungan pemasaran, faktor apa saja yang mempengaruhi, apa manfaat
mempelajarinya dan hal apa yang dapat dijelaskan dari lingkungan pemasaran.
B. Rumusan
Masalah
Berdasarkan sedikit penjelasan dari latar
belakang di atas, dapat diklasifikasikan rumusan masalah sebagai langkah awal
menjelaskan tentang lingkungan pemasaran, yaitu :
1. Apa
yang dimaksud dengan lingkungan pemasaran ?
2. Bagaimana
analisis tentang konsep lingkungan pemasaran ?
3. Bagaimana
mengoptimalkan peluang dalam lingkungan pemasaran ?
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Lingkungan Pemasaran
Lingkungan
menjadi unsur penting dalam sebuah proses pemasaran, karena lingkungan juga menjadi
faktor berpengaruh untuk memaksimalkan suatu aktivitas. Keadaan suatu
lingkungan juga menjadi tolak ukur dan pembanding dengan suatu keadaan lain
untuk disesuaikan dengan keadaan yang diharapkan, sehingga potensi yang ada
dapat diserap dan dimaksimalkan untuk mencapai tujuan tertentu.
Lingkungan
adalah keadaan sekitar yang memiliki karakteristik, keunikan, perbedaan,
potensi, ancaman dan fungsi yang bermacam-macam dimana keadaan ini memberikan
timbal balik sesuai dengan apa yang terjadi, baik secara langsung dan tidak
langsung.
Selanjutnya
adalah pemasaran. Pada hakikatnya, pemasaran adalah kegiatan manusia yang
diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui proses pertukaran.
Dalam studi pemasaran, konsep yang penting adalah kebutuhan, keinginan,
permintaan, produk, pertukaran, transaksi dan pasar. Pengertian pemasaran
sangat banyak, dapat disebutkan diantaranya :
a.
Pemasaran
menurut WY. Stanton
Pemasaran
adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem dengan tujuan untuk menentukan
harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang
bisa menuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial.
b.
Pemasaran
menurut Philip dan Duncan
Pemasaran
adalah sesuatu yang meliputi semua langkah yang dipakai atau dibutuhkan untuk
menempatkan barang yang bersifat nyata ke tangan konsumen.
c.
Pemasaran
menurut H. Nystrom
Pemasaran
adalah suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke
konsumen
d.
Pemasaran
menurut Kotler
Pemasaran
yaitu suatu proses sosial yang di dalamnya individu dan kelompok mendapatkan
apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara
bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain
Berdasarkan
beberapa pengertian di atas, pada intinya pemasaran adalah perpaduan dari aktivitas
yang saling berhubungan untuk mengetahui kebutuhan konsumen melalui penciptaan,
penawaran dan pertukaran produk barang atau jasa yang bernilai serta
mengembangkan promosi, distribusi, pelayanan dan harga agar kebutuhan konsumen
dapat terpenuhi dengan baik pada keuntungan tertentu.
Lingkungan
dan pemasaran merupakan hal yang berkaitan antara satu dengan lainnya, keduanya
terintegrasi melalui tujuan yang ditetapkan oleh suatu individu atau kelompok. Sedangkan
lingkungan pemasaran itu sendiri adalah pelaku-pelaku dan kekuatan-kekuatan
diluar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan suatu usaha ( perusahaan ) dalam
mencapai tujuannya, yaitu mengembangkan dan menjaga pertukaran yang
menguntungkan dengan pasar sasaran Macam kekuatan ini dibagi menjadi dua, yaitu
kekuatan intern ( dapat dikendalikan perusahaan ) dan kekuatan ekstern ( tidak
dapat dikendalikan oleh perusahaan ).
Lingkungan
pemasaran dari suatu produk terdiri atas empat lapisan, yaitu :
·
Lingkungan
Pasar
Merupakan
tempat yang menjadi transaksi keseluruhan antara penjual dan pembeli.
·
Lingkungan
Organisasi
Merupakan
lingkungan yang terdekat dari suatu produk, seperti departemen, kantor, divisi
dan saluran-saluran perusahaan.
·
Lingkungan
Makro
Merupakan
tempat yang terdiri dari kekuatan-kekuatan dan lembaga-lembaga yang mempunyai
hubungan dan mempengaruhi transakasi antara perusahaan dan pasarnya. Ada beberapa
komponen yang ada dalam lingkungan ini, yaitu perekonomian, teknologi,
kebijakan pemerintah dan kebudayaan.
·
Lingkungan
Ekstra
Merupakan
lingkungan yang sulit diperhitungkan oleh perusahaan.
B.
Analisis
Lingkungan Pemasaran
Lingkungan
pemasaran selalu menimbulkan hasil yang berubah setiap waktu, maka diperlukan
langkah untuk menanalisis bagaimana keadaan yang ada, sehingga mampu menghadapi
ancaman dan memaksimalkan potensi. Untuk memahami lingkungan pemasaran, dapat
kita lihat pada gambar berikut ini :
|
|
|
Demografi
/ Kependudukan
|
|
Pesaing
|
|
Teknologi
|
|
Fisik /
Alam
|
|
Sosial dan Budaya
|
|
Perekonomian
|
|
Politik
/
Hukum
|
|
Pemasok
– Perusahaan – Perantara – Pelanggan
|
|
Publik
( Masyarakat )
|
Gambar 1.1 Pelaku dan
Kekuatan Utama dalam Lingkungan Pemasaran
= Mikro
B.1. Lingkungan Makro
Bagian
ini terdiri dari enam kekuatan yang mempengaruhi pemasaran, seperti yang ada
pada gambar 1.1 di atas, yaitu :
Ø Demografi atau
Kependudukan
Unsur
ini meliputi distribusi penduduk ( lokasi tempat tinggal ), usia, jenis
kelamin, suku, ras, agama, kebangsaan dan pendidikan. Populasi ini memiliki
penggolongan seperti kepadatan penduduk suatu tempat, pertumbuhan penduduk yang
cepat, kelahiran dan kematian penduduk, keselarasan gender, kondisi budaya sekitar, religiusitas, pemerataan
pendidikan, dll. Kekuatan yang ada dalam demografi ini biasanya terjadi pada
jangka pendek dan menengah, namun ada kalanya bisa jangka panjang.
Ø Teknologi
Merupakan
salah satu faktor yang merubah gaya hidup manusia, dimana kemudahan dapat
ditemukan dengan teknologi yang maju. Dalam pemasaran teknologi memperpendek
daur hidup suatu produk, artinya dalam waktu sekejap produk yang saat ini
sedang menjadi tren atau kebutuhan dapat dengan segera tergantikan dengan
produk sejenis yang memiliki teknologi lebih maju. Contoh sederhananya produk :
Kaset pita – CD Player – MP3 Player. Perubahan teknologi saat ini lebih menjadi
sesuatu diluar jangkauan pemasaran yang dilakukan.
Ø Sosial dan Budaya
Pada
lingkup sosial, meliputi gaya hidup dan nilai-nilai sosial seseorang, seperti
konsumtif dan motivasi pembelian, dll. Lalu pada lingkup budaya, faktor ini
sangat dipengaruhi oleh keyakinan, moral, adat istiadat dan perilaku masyarakat
lainnya, yang mempengaruhi kegiatan pemasaran yang dilakukan perusahaan.
Lingkungan kebudayaan bersifat meneruskan kebiasaan masa lalu yang cenderung
dilakukan pada masa mendatang. Maka perilaku budaya memiliki pengaruh luas
terhadap perilaku belanja konsumen.
Ø Politik / Hukum
Peraturan
dari pemerintah juga mempengaruhi perkembangan dunia usaha. Pembuatannya
sebagian besar dibuat berdasarkan aspek-aspek hukum dan kebijakan umum yang
gunanya menghilangkan tindakan monopoli dan melindungi konsumen. Keadaan
politik demikian, dalam hal ini juga akan mempengaruhi perkembangan usaha.
Misal harga BBM naik, beberapa industri mengambil keputusan-keputusan untuk
pemasaran produknya.
Ø Perekonomian
Jumlah income dari individu atau kelompok akan
berpengaruh pada pemasaran. Pertumbuhan atau pengurangan pendapatan akan
mengakibatkan pergeseran pada permintaan barang atau jasa yang berbeda-beda.
Selain itu, dipengaruhi pula inflasi dan tingkat suku bunga. Perusahaan yang
produknya sensitif dengan pendapatan dan harga, harus dapat mengambil
langkah-langkah untuk membuat produk mereka agar dapat bertahan dalam gejolak
perekonomian.
Ø Fisik / Alam
Adalah
aktivitas yang mempengaruhi pemasaran dimana keadaan ini adalah faktor makro
yang paling besar kekuatannya. Alam adalah faktor yang memiliki karakteristik
yang tidak terduga. Contohnya bencana alam seperti banjir, gunung meletus,
gempa bumi, tsunami, badai, dll. Unsur ini masuk dalam risiko yang jika
terjadi pasti akan menimbulkan kerugian namun terjadinya tanpa disengaja.
Kejadian yang meliputi alam ini bisa menjadi penghambat proses pemasaran,
karena memiliki kekuatan yang di luar kemampuan manusia untuk mengatasinya.
Adapun upaya mengurangi masalah pada salah satu unsur lingkungan pemasaran
makro ini, dengan cara-cara tertentu seperti
melakukan antisipasi, namun kekuatannya tidak bisa menghentikan kekuatan utama
dari alam.
B.2. Lingkungan Mikro
Dalam
lingkungan ini terdapat beberapa pihak terkait, yakni :
Ø Pemasok
Adalah
perusahaan bisnis dan individu-individu yang menyediakan sumber daya yang
diperlukan oleh perusahaan dan para pesaing untuk memproduksi barang atau jasa.
Bila sebuah perusahaan tidak bisa menyediakan bahan baku sendiri, biasanya perusahaan
menjalin kerja sama dengan pemasok. Biasanya awalnya jangka pendek, namun bisa
juga untuk jangka waktu yang lama. Kaitannya dengan waktu perjanjian kerja
sama, biasanya mengenai integritas. Jika pemasok menyediakan bahan baku dengan
lancar, terjangkau namun tetap saling menguntungkan, berkualitas dan terjamin,
maka ini akan menjadi kerja sama yang baik. Dalam keadaan ini kendali masih
bisa dipegang oleh perusahaan, namun jika terjadi wanprestasi yang sangat tidak
tertoleransi dari pemasok, maka keadaan ini menjadi ekstern bagi perusahaan
karena perusahaan tidak bisa mengendalikan hal tersebut. Opsi yang dipilih
biasanya pemutusan hubungan kerja dan menggati mitra sebagai pemasok.
Secara
sederhana sistem tersebut terdiri dari INPUT,
PROSES dan OUTPUT ( hasil ). Jika OUTPUT adalah sebuah produk, maka
kualitas dan mutunya tergantung INPUT
dan PROSES. Pemasok adalah INPUT, maka mutu produk akhir juga dipengaruhi oleh
pasokan ( INPUT ) yang dipasok oleh pemasok. Dengan demikian kemampuan
perusahaan dalam melayani pelanggan khususnya dalam produk juga dipengaruhi
oleh pemasok, sehingga pemasok termasuk dalam lingkungan pemasaran.
Ø Perusahaan
Yang
dimaksud di sini adalah seperti bagian dari internal perusahaan seperti bagian pemasaran,
bagian keuangan, bagian operasional, R & D, SDM, dll. Cakupan kegiatan yang
dapat diterangkan adalah seperti penciptaan jenis produk, penentuan harga,
promosi, sewa tempat, adapun hal lain seperti arus keuangan, penelititan, dll.
Namun perlu digarisbawahi agar tidak salah dalam memahami unsur ini, lingkungan
yang dimaksud adalah moral dari pelaku yang ada dalam internal perusahaan di
atas. Sistem adalah sesuatu yang diciptakan perusahaan, namun moral atau watak
yang yang menjalankan sistem tersebut lah yang sering menjadi hambatan.
Misalkan : seorang karyawan tidak menjalankan tugas sesuai dengan kewajibannya,
atau mengabaikan perintah dari perusahaan. Hal inilah yang setidaknya bisa
diminimalisir oleh perusahaan, misal dengan memberikan bimbingan, dll.
Ø Perantara Pemasaran
Dalam
memasarkan produk sampai ke pembeli tingkat akhir, peran perantara biasanya ada
di dalamnya. Perantara pemasaran biasanya ikut mempromosikan, ikut menjual dan
mendistribusikan produk suatu perusahaan pada para pembeli. Faktor berpengaruh
seperti pelayanan di toko perantara tersebut menjadi satu dari sekian kendala
yang ada dalam lingkungan pemasaran, karena pelayanan juga berperan penting
dalam pemasaran. Selain pengecer seperti toko yang disebutkan di atas,
perantara diisi pula oleh grosir, agen, distributor, dll. Semua perantara yang
terlibat dapat mempengaruhi kemampuan perusahaan, biasanya perusahaan
mendistribusikan produknya sendiri. Namun terkadang sangat sulit, ada beberapa
syarat yang harus terpenuhi seperti yang ada dalam manajemen distribusi. Secara
khusus dengan adanya perantara maka akan menciptakan kemudahan tempat,
kemudahan jumlah dan kemudahan kepemilikan. Dengan adanya perantara maka tugas
pemasaran lebih efisien.
Ø Pelanggan
Pelanggan
merupakan lingkungan mikro bagi perusahaan sehingga perlu dipelajari, supaya perusahaan
paham dengan kebutuhan pelanggan. Sebab pada prinsipnya keberhasilan perusahaan
juga tergantung pada pelanggan yang merasa puasa jika barang yang diinginkan
oleh pelanggan dapat dipenuhi perusahaan. Ada lima kategori pelanggan yang yang
memiliki karakteristik berbeda-beda :
ü Pasar konsumen,
yaitu individu dan rumah tangga yang membeli produk untuk memenuhi kebutuhan
personal
ü Pasar bisnis,
yaitu organisasi komersial atau nirlaba yang membeli produk sebagai input,
modal atau pelengkap untuk proses produksi dan kegiatan operasional lainnya
ü Pasar pedagang,
yaitu semua pihak yang membeli produk untuk dijual kembali dengan motif
memperoleh keuntungan
ü Pasar pemerintah,
adalah agen-agen atau kantor-kantor pemerintahan yang memberi produk untuk
mendukung pelayanan publik mereka atau untuk ditransfer kepada pihak lain yang
membutuhkan
ü Pasar internasional,
yaitu pembeli dari negara lain, yang bisa berupa individu, rumah tangga,
kalangan pebisnis maupun pemerintah.
Ø Publik ( Masyarakat )
Adalah
semua pihak yang peduli dengan perusahaan dan pendapatannya dapat mempengaruhi
pencapaian sasaran perusahaan. Publik terdiri dari kalangan keuangan, kalangan
media, pemerintah, LSM ( misal Yayasan Lembaga Keuangan Indonesia ), masyarakat
umum, masyarakat lokal serta publik internal ( karyawan, manajer, komisaris ).
Publik mempengaruhi perusahaan ini melalui opini. Maka untuk mengelola opini
publik, perusahaan biasanya memiliki bagian hubungan masyarakat atau public relation. Tugasnya untuk
mengembangkan opini positif perusahaan di muka umum dan menangkal opini negatif
tentang perusahaan yang berkembang di masyarakat.
Ø Pesaing
Suatu
perusahaan jarang sekali hanya berdiri sendiri dalam sebuah kegiatan usaha,
biasanya ada kompetitor atau pesaing yang berjalan bersama. Pesaing ini harus
diidentifikasi, dimoniror dan disiasati untuk memperoleh dan mempertahankan
loyalitas pelanggan. Pesaing adalah perusahaan yang memperebutkan pasar yang
sama atau yang produknya dapat saling menggantikan. Strategi juga dapat menjadi
cara untuk melawan pesaing, namun tidak ada strategi yang unggul, melainkan
setiap perusahaan harus mengenali potensi dan posisinya dalam dunia industri.
C.
Mengoptimalkan
Peluang Lingkungan Pemasaran
Untuk
mengoptimalkan peluang pemasaran, perusahaan memerlukan berbagai cara agar
tujuan tersebut terealisasi, satu di antaranya adalah informasi. Informasi di sini
menyangkut potensi dan ancaman yang dapat dikelola oleh perusahaan. Contoh
informasi adalah data pesaing, koreksi internal perusahaan dan kekuatan lain di
pasar. Semakin banyak pemasar yang memaksimalkan informasi dan bukan hanya menganggap
itu sekadar masukan, maka hal itu menjadi bagian dari aset strategi penting dan
alat pemasaran.
Sistem
informasi dalam pemasaran atau SIP, terdiri dari orang, peralatan dan prosedur untuk
mengumpulkan, memilah, menganalisis, mengevaluasi dan mendistribusikan informasi
yang diperlukan secara tepat waktu dan akurat kepada pembuat keputusan pemasaran. Sistem informasi yang dirancang dengan baik berawal
dari penggunanya dan berakhir untuk penggunanya. Informasi yang lengkap
dan akurat dapat membantu perusahaan dalam pengambilan keputusan, di antaranya
seperti menemukan pasar yang menguntungkan, memilih produk atau jasa yang dapat
dijual, menentukan perubahan dalam perilakukonsumen, meningkatkan teknik-teknik
pemasaran, merencanakan sasaran yang realistik dan meramalkan untuk masa yang
akan datang.Tahapnya
dapat dilihat seperti
berikut :
1. SIP menilai kebutuhan
informasi
Tugas
SIP adalah melayani
manajer pemasaran perusahaan dan manajer lainnya,
tetapi
juga memberikan informasi
untuk mitra eksternal.
Tugas ini bisa meliputi negosiasi pada mitra kerja, partisipasi konsumen (
untuk eksternal ) dan mempelajari keadaan sekitar, peluang pasar ( untuk
internal
2.
SIP
mengembangkan informasi
Pengembangannya
dari database
internal, kegiatan intelijen
pemasaran dan riset pemasaran.
Database internal memberikan informasi tentang operasi dan departemen perusahaan
itu sendiri. Data
semacam
itu dapat diperoleh
dengan cepat dan
murah tetapi sering kali
harus
disesuaikan dengan keputusan pemasaran.
Aktivitas intelijen pemasaran menyediakan informasi setiap hari tentangp
erkembangan di lingkungan
pemasaran eksternal. Riset pasar terdiri dari
kumpulan informasi yang relevan dengan masalah pemasaran
tertentu yang dihadapi oleh perusahaan
3.
SIP
mendistribusikan informasi
Penyebaran
informasi yang dikumpulkan
dari sumber-sumber ini
untuk manajer yang tepat dalam
bentuk yang tepat dan padas aat yang
tepat.
Cara lain untuk mengoptimalkan peluang di
lingkungan pemasaran dapat menggunakan cara-cara yang lazim digunakan
perusahaan, di antaranya dengan :
·
Papan saran
·
Kelompok pengguna
·
Survei informal
·
Penggunaan kotak saran
·
Survei sampel
·
Fokus pada kelompok tertentu
·
Analisis keluhan
·
Daftar keinginan pelanggan
·
Analisis industri
·
Wakil penjualan
·
Catatan periklanan
·
Selidiki yang keluar
Sebenarnya dapat dilakukan secara sederhana,
bisa dimulai dengan menganalisa hal-hal yang menjadi hambatan pemasaran
perusahaan. Apabila sudah diidentifikasi, maka akan muncul alternatif atau opsi
selanjutnya sebagai keputusan dalam pemasaran. Namun, akan sangat baik hasilnya
jika alternatif dari hasil koreksi pada hambatan tersebut digabungkan dengan
beberapa langkah dalam SIP tersebut karena keduanya bisa saling melengkapi.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari
pembahasan di atas dapat diambil inti sari lingkungan pemasaran yaitu inisiatif
keadaan dan berbagai kemampuan di luar pemasaran yang mempengaruhi kemampuan
suatu usaha dalam mencapai tujuannya, yaitu mengembangkan dan menjaga
pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran.
Lingkungan pemasaran sangat berkaitan dengan
hasil yang akan dicapai, sehingga analisa dan strategi sangat
diperlukan untuk memasarkan produk
perusahaan agar optimal,
meskipun, tidak semua faktor yang ada dalam
lingkungan pemasaran itu dapat dimanajemen secara
keseluruhan.
Tentang
batasan-batasan dalam lingkungan pemasaran,
hal tersebut harus
diolah, dan dari hasil olah data
tersebut perusahaan akan mendapatkan informasi
mengenai lingkungan sekitar untuk memaksimalkan potensi
sekitar dimana kita akan
memasarkan barang produksi. Mengenai aspek
halal dan haram dalam perspektif
syari’ah, perusahaan perlu melakukan evaluasi
olah data perusahaan agar tidak berbenturan dengan syari’ah tersebut.
Tujuannya supaya
antara usaha dan norma yang berlaku dapat berjalan bersama.
DAFTAR PUSTAKA
·
Laksana, Fajar, 2008,
MANAJEMEN PEMASARAN : Pendekatan Praktis,
Yogyakarta : Graha Ilmu
·
Sunyoto, Danang, 2012,
DASAR-DASAR MANAJEMEN PEMASARAN : Konsep,
Strategi dan Kasus, Yogyakarta : CAPS
·
Simamora, Bilson, 2001,
MEMENANGKAN PASAR : Dengan Pemasaran
Efektif dan Profitable, Jakarta : PT Gramedia Pustaka Utama
·
Sumawihardja,
Surachman, Suwandi Suparlan dan Sucherly, 1985, INTISARI MANAJEMEN PEMASARAN,
Bandung : Remadja Karya CV
·
Oentoro, Deliyanti,
2012, MANAJEMEN PEMASARAN MODERN,
Yogyakarta : LaksBang PRESSindo
·
Kotler, Philip, 1993,
MANAJEMEN PEMASARAN : Analisis,
Perencanaan, Implementasi dan Pengendalian, Jakarta : Lembaga Penerbit
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia
·
Marketing Bank Syari’ah : Cara Jitu Meningkatkan Pertumbuhan Bank
Syari’ah, ( Bogor : Ghalia
Indonesia, 2010 )
Tidak ada komentar:
Posting Komentar